Melihat Posong

Sekilas , Ursula dan Nicola seperti di pegunungan Alpen atau salah satu daerah di New Zealand, hahhah….amin, semoga terwujud bisa jalan – jalan ke sana. Indah ya? tapi ini di Indonesia lho, tepatnya di Posong.

Posong merupakan kawasan wisata baru, ya baru naik daun karena media social, terutama instagram. Posong terletak di daerah tersembunyi, di Kabupaten Temanggung, letaknya di kaki gunung Sindoro, Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Jawa Tengah. Bila Bromo terkenal golden sunrise di Penanjakan, Dieng mempunyai Bukit Sikunir, maka Temanggung punya Posong.

Dari atas Posong, saat langit bersih, menghamparlah puncak tujuh gunung besar : Merbabu, Merapi, Telomoyo, Ungaran, Muria, Sumbing dan Sindoro. Keren ya.

Saat itu kami berangkat dari Magelang – oiya kami asli Magelang yang merantau di Jakarta, jadi saat liburan nginep di rumah Tante It di Magelang.  Kami berangkat dari Magelang pukul 04.00, agak telat sih, seharusnya bisa lebih pagi dan idealnya pukul 04.00 sudah di gerbang masuk Posong dan pukul 05.00 sudah di spot sunrise. Memerlukan waktu sekitar 30 sampai 45 menit dari pintu gerbang Posong sampai ke spot utama.  Jalannya masih terjal berbatu dan berkelok, melewati perkebunan teh dan kopi rakyat.

Udara sangat dingin, bbbrrrr….. Urs dan Nic sudah siap sedia topi, syal  dan jaket tambahan, tapi tetap aja dingin bbrrr….

Cahaya keemasan perlahan mengintip dari puncak Gunung Sumbing, wwuuiihh keren lho, mirip logam emas yang lumer, atau kuning telur ceplok setengah matang, ceessss…wah ini sih lebih keren lagi, lukisan alam.

Di puncak Posong, terhampar perkebunan tembakau diselingi tanaman pot strawberry. Urs dan Nic terlihat semangat, yah walau kedinginan. Ada sih beberapa warung yang menyediakan teh, kopi dan mi instan, tempe goreng, lumayan untuk mengurangi rasa dingin di badan. Beberapa gazebo yang disediakan bisa dipakai untuk leyeh – leyeh. Oiya, jangan dikira, Urs dan Nic mendaki gunung tinggi dengan bersusah payah, gak kok. Dari tempat parkir ke spot utama berupa teras, cukup jalan kaki, agak mendaki sedikit, ga terlalu bersusah payah, anak – anak sangat menikmati. Jangan lupa foto – foto biar eksis, hehehhe… Eh bisa lho jadi awal pengenalan gunung ke anak – anak, karena medannya tak terlalu berat.

Biasalah Urs dan Nic lari sana sini, kebetulan sepupunya juga ikutan, seumuran Nic. Pegang – pegang daun strawberry dan daun tembakau, menyium aroma tanah dan daun, meraba biji kopi merah, mengumpulkan batu di jalan. Ini juga pengalaman pertama Urs melihat langsung tanaman kopi. Urs banyak bertanya “kok merah mah warnanya?” “Kok daunnya besar mah?” “Kok gunungnya berwarna hijau dan coklat mah?” . Pengalaman yang moga – moga ga akan mereka lupakan.

Sekitar pukul 08.00 kami sudah turun, matahari sudah mulai menghangatkan Posong. Kami menuju ke wisata lain yang masih di daerah Kledung juga, nanti saya ceritakan ya.

Keren kan Posong? penasaran? yuk ke sana yuk

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s