Main ke Perpustakaan Provinsi DKI

Seperti minggu sebelumnya, weekend adalah waktunya Ursula dan Nicola, dan kali ini kami memilih ke Perpustakaan Provinsi DKI Jakarta. Lokasinya di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, sebelah Planetarium.

Memasuki Gedung Perpustakaan, kami disuguhkan beraneka foto sejarah, herbarium dan buku berkualitas dalam Ruang Pamer. Jakarta tempo dulu ditampilkan dalam foto hitam putih dan deskripsi yang informatif, baik jika Mama Papa membacakannya untuk si kecil.

Ruang Pamer

Ruang Pamer

Perpustakaan lantai 1 untuk dewasa, lantai 2 untuk anak dan khusus lantai 3 adalah buku referensi. Memasuki Perpustakaan, dilarang membawa tas, makanan dan minuman, jadi kami menitipkannya di loker yang terletak di lantai dasar, hanya dengan menukarkan kartu identitas diri, kami diberi kunci loker.

Perpustakaan anak ada di lantai 2, terdapat 2 area, Area Buku dan Arena Bermain. Keduanya dipisahkan sekat dan pintu kaca. Wah arena bermainnya sangat luas, Ursula dan Nicola senang sekali  bermain di Arena Bermain, mereka langsung berlari sambil tertawa lepas. Ayunan, perosotan, kolam mandi bola, flying fox, mobil – mobilan serta rak berisi mainan kayu edukatif tersedia lengkap. Mereka bereksplorasi mencoba aneka mainan. Minggu itu, Perpustakaan rupanya lebih ramai, kami terus mengawasi mereka bermain, karena teman yang lain jauh lebih besar fisiknya. Tersedia bangku di Arena Bermain untuk Papa Mama yang menemani anak – anak. Lebih menarik lagi, lantainya tergambar peta Indonesia dengan tepian dilapisi busa, anak bisa belajar tekstur kasar dan halus disana. Menarik kan ?

Perpustakaan Provinsi DKI Jakarta

Arena Bermain

arena bermain

arena bermain

1440318203984

Setelah puas bermain, kami mengajak mereka cooling down ke Area Baca. Buku – buku nya sangat lengkap, Mama Urs melihat dari berbagai tingkatan umur anak tersedia disana, untuk baby sampai kakaknya. Ensiklopedia umum, ensiklopedia berdasarkan agama, science, biology, geography, history, matematika, stimulasi sensori, pengenalan abjad usia dini, lengkap kap, gemes pengen baca semua hihihi….

Area Baca

Area Baca

Yuk baca buku

Yuk baca buku

Kami biarkan Ursula dan Nicola mengambil buku yang mereka mau, lalu kami bacakan, belum selesai habis satu buku ambil lagi buku yang lain. Urs rupanya tertarik pada buku biology, aneka jenis hewan di dunia, sedangkan Nic hobi sekali dia mengambil giant book, ya memang untuk seusia dia. Usai membaca, mereka meletakkan kembali ke tempat semula. Mereka betah berlama – lama lesehan membuka halaman per halaman.

Sayang, banyak buku berserakan, setelah membaca rupanya ditinggalkan begitu saja, tidak dikembalikan ke rak asalnya, begitu juga dengan aneka mainan kayu, banyak tercecer, kurang rapi. Catatan untuk Mama dan Papa yang mengajak anak – anak ke Perpustakaan Umum, yuk ajak mereka merapikan kembali buku dan mainan yang habis dimainkan, supaya rapi, terawat dan awet. Ini  juga mengajarkan anak untuk mempunyai tingkah laku baik di tempat umum, memikirkan kepentingan orang lain.

Ruang Baca

Ruang Baca

Tak terasa, kami sudah tiga jam bermain disini, Ursula dan Nicola juga tidak ada tanda – tanda mengajak pulang, betah rupanya mereka diantara buku – buku.

Lain waktu kita kesini lagi ya Urs and Nic.

Oiya, sebagai informasi jam buka Perpustakaan Provinsi DKI Jakarta :

Senin – Jumat : 09.00 – 20.00

Sabtu – Minggu : 09.00 – 18.00

Hari libur nasional : Tutup.

Jika Mama Papa ingin menjadi anggota, mudah sekali, langsung datang ke lantai dasar, mengisi lembar formulir anggota baru, menyerahkan 1 lembar foto copy KTP DKI Jakarta dan 1 lembar foto diri 2×3, jika tidak ada foto, bisa langsung foto ditempat, tak sampai 2 menit, kartu anggota sudah jadi… hooreeee.. cepat kilat ya.

Mama Papa bisa meminjam maksimal 2 buah buku dan gratiiiss… hoooreee lagii..

Mama Urs dan Bapak Nic sangat merekomendasikan tempat ini. Nyaman dan banyak buku bagus. Yuk main ke sini yukkk….

Main Tanah Liat

Hai Mama,

Permainan ini sebenarnya sudah tahun lalu, saat Ursula berusia 4 tahun, tapi Mamanya baru sempat upload baru ini…hihihihi…

Di dekat rumah Oma Condet ada toko tanah liat, kami bisa main, membentuk dan belajar disitu. Dengan modal bahan tanah liat 1kg, Ursula pun mulai bermain, meremas, memilin, memukul dan membentuk tanah liat. Jangan khawatir, ada kakak yang membantu dan mengarahkan.

Ursula tampaknya ga merasa jijik, walau tangannya kotor kena tanah.

Permainan sensori ini seru banget, banyak ide permainan dan bentuk yang dapat dihasilkan.

Kali ini Urs memilih bentuk celengan angry bird dan tempat pensil dengan tulisan BAPAK on it, (anak bapak banget ya 😀 )

Main tanah liat

Main tanah liat

Main tanah liat

Persiapan membentuk

Main tanah liat

Mulai membentuk

Main tanah liat

Hasil nya, celengan Angry Bird

Wisata Alam Di Kuntum Nurseries

Hai Mama,

Beberapa waktu lalu kami berwisata alam di Kuntum Nurseries, Bogor, sebuah kawasan terpadu yang menggabungkan konsep nursery, edukasi dan rekreasi.

Letaknya tak seberapa jauh dari Jakarta, tepatnya di Jalan Raya Tajur No. 291, Bogor, Jawa Barat. Pengalaman pertama, kami keluar di tol Bogor, masuk Kota Bogor, ambil arah Jalan Raya Tajur. Nah pengalaman kali kedua ke Kuntum, kami keluar tol Ciawi, belok kanan ke arah Jalan Tajur, tak seberapa jauh terlihat sign board besar Kuntum berwarna orange. Jalur kedua menurut kami lebih nyaman dan cepat, apalagi jika pergi dari Jakarta pagi hari, belum kena macet, hanya sekitar 45 menit perjalanan dari Halim. Harga tiket masuk per orang pun tergolong ekonomis lho, Rp.30.000 saja.

Setibanya di Kuntum Nurseries, Ursula dan Nicola langsung jatuh hati dengan lingkungan alam yang segar, mereka terlihat nyaman, tidak rewel dan mukanya berseri siap bereksplorasi. Kuntum Nurseries menyediakan Wisata Ternak, ada bermacam Taman Ternak sesuai golongannya. Ternak kecil, lucu dan menarik, seperti ayam, kelinci, kura – kura, itik, burung, kambing dan sapi.

Ursula dan Nicola senang sekali memberi pakan kelinci dan memberi susu pada sapi cilik. Udara Bogor di pagi hari tampaknya memberi mereka semangat yang luar biasa,tanya apa mengapa,  jalan, lari, kesana kemari, memegang ini itu, kami tidak khawatir karena disediakan wastafel dan sabun tangan di setiap Taman Ternak. Ya, Kuntum Nurseries ini bersih, walau banyak ternak, tidak terlalu bau pup, jalan dalam area pun lebar dan rapi, jadi jangan takut becek.

Ursula dan Nicola riang gembira memberi makan kambing kecil, satu bakul rumput seharga Rp.5.000. Pindah lagi ke Taman Kelinci, disana mereka bisa memeluk, menggendong, memberi makan kelinci dan marmut, pakan kelinci pun Rp.5.000 per kantung.

Disetiap Taman Ternak, terdapat informasi lengkap mengenai hewan tersebut, habitatnya, cara hidupnya, bahkan bagaimana cara memegang yang baik dan aman  pun disediakan, Bapak nya Urs and Nic membacakan informasi tersebut sambil bercerita atau bernyanyi.

Keliling di Kuntum Nurseries ini tidak membosankan, ada kolam bebek dan angsa, aneka ayam dalam kandang, macam – macam burung dalam kandang besar, yang hobi mancing pun ada kolam besar pemancingan dengan tiket pancing Rp.15.000 per orang. Di sepanjang jalur terdapat kebun palawija, tanaman herbal dan tanaman organik.

Ah, tidak terasa, semua area sudah dijelajah Ursula dan Nicola, mereka sih belum tampak bosan, tapi Mama Bapaknya sudah keroncongan hihihi….

Oiya, karena merasa jatuh hati, pada kesempatan yang berbeda, kami pun mengajak rombongan keluarga besar untuk mengadakan arisan disini. Kali ini kesempatan Ursula dan Nicola bisa nyebur kolam, ikut games tangkap ikan. Seruuuu.. dan lucu……bbyuuurrr…basah.

Next time kita main ke sini lagi ya Urs and Nic.

IMG20150601105931

Nic kasih makan ayam

IMG20150601110026

Top deh

IMG20150601110419

Urs and Nic memberi makan sapi

IMG20150601110430

Urs and Nic dikandang sapi

IMG20150601110955

Panen tomat organik

IMG20150601111028

Kebun sayur organik

IMG20150601111114

Urs and Nic The Explorer

 

 

 

Hidup Setelah Hidup

Beberapa waktu yang lalu, saya diundang Misa perayaan 1 tahun meninggalnya Ibu Intan, salah seorang umat Paroki St. Robertus Bellarminus. Kali ini bukan Misa biasa. Romo Dedo yang kala itu memimpin Misa, menciptakan penghormatan dan ” in memoriam” dengan upacara cahaya. Ada karangan salib di depan altar, nantinya umat yang hadir, memasangkan lilin bernyala hingga berbentuk salib bercahaya. Syahdu diiringi instrumen Tears In Heaven.

Menghadirinya membuat saya merenung. Jika nanti saya meninggal, orang akan mengenang saya sebagai apa dan seperti apa. Sebenarnya itu tidak penting lagi karena saya percaya roh saya akan pergi ke tempat yang sudah Bapa tentukan. Tapi sebagai manusia yang masih diberi kesempatan hidup, ini menjadi bahan perenungan bagi saya.

Apakah hidup saya selama ini sudah membahagiakan orang sekitar, terutama keluarga, dan memberi makna bagi sesama? Apa makna saya?

Apakah hidup saya sekarang sudah cukup berarti, hingga nantinya orang akan mengingat saya saat saya meninggal?

Apakah hidup saya sekarang sudah berkenan dihadapanNya, dan cukup baikkah saya dihadapanNya?

Jika belum, apakah masih ada kesempatan yang cukup bagi saya untuk membahagiakanNya?

Tiba – tiba pertanyaan – pertanyaan liar itu melayang selama Misa berlangsung. Perasaan ini takut bukan main, maut bisa datang kapan saja bagaikan seorang pencuri datang di malam hari. Kita harus tetap waspada dan siap sedia.

Semoga saya belum terlambat, dan lekas memperbaikinya, hingga saya pantas dihadapanNya.

Seperti yang dikatakan santa Teresa, “bukan berpikir banyak tapi banyak mencinta, dan lakukanlah apa yang terbaik yang mengarahkanmu kepada cinta”.

 

 

 

I am Smart Mama, Because….

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat mengajak untuk ikut kuis dari salah satu media online tempatnya bekerja. Pas tahu tema kuisnya, wah jawabannya gampang – gampang susah ni.

I am Smart Mama, because….

ya kan gampang tapi susah kan 😀

Menjadi seorang Mama adalah berkat luar biasa bagi saya, entah dia full time Mama di rumah atau working Mama, sama luar biasanya, sama berkatNya.

Saya wajib cerdas dan pintar ( bukan sombong dan tinggi hati lho iniii..) supaya anak – anak saya lebih cerdas lagi, iya kan. Saya mengerti betul tujuan hidup saya, menjadi Mama adalah soal cinta dan harapan. Mama adalah proses belajar tiada henti.

Sejak Ursula lahir,  saya belajar bagaimana menangani bayi prematur, tentu ada bantuan ibu. Saya belajar membuka hati, tidak egois, menerima saran bahkan sindiran dan pertanyaan pedas, itu membuat saya lebih .. apa ya, matang mungkin ya batinnya.

Membagi waktu hanya sebagian soft skill ( halah… gaya banget nih bahasanya ), iya kan, menjadi Mama sangat luar biasa dalam membagi waktu, kapan masakan selesai, jemuran kering, anak kenyang, orderan jalan terus, kapan serius kapan having fun, kapan shopping, kapan meeting.

Dulu saat bekerja di Bisnis Indonesia, saya sangat menikmati saat merancang sebuah acara, bagaimana supaya lancar, sesuai alur, sesuai rencana dan imaji saya, malah ingin sekali punya Event Organizer sendiri. Tapii.. semua itu lewat deh, jadi Mama, tiap hari merancang permainan kreatif dari bahan yang ada, kalau beli terus kan boros ya 😀 bukan hanya mainan aja, tapi harus ada sisi edukasinya. Bagaimana merancang acara tiap hari supaya anak happy, joyful and healthy. 

Saya jadi belajar kuliner 😀 siapkan pure ketika mereka bayi, homemade MPASI yang sehat, naik turun tekstur makanan, sampai makanan bergizi saat mereka beranjak balita.

Luar biasa ya, saya yakin Mama juga merasakan hal yang sama

Yang terpenting menjadi Mama bukan berarti kehilangan segalanya, saya masih dapat menjadi diri saya sendiri, termasuk menjadi mompreneur, punya usaha sendiri dirumah sambil lihat mereka tumbuh, saya masih terus ikut kursus ketrampilan dan workshop ini itu, saya masih dapat hang out bersama teman – teman walau intensitasnya berkurang dan saya tidak menyesali hal itu.

Mama adalah saluran cinta untuk keluarga lewat senyum, masakan, permainan kreatif, memberikan yang terbaik untuk anak – anak, dan tak pernah lelah untuk selalu memberi harapan. 

It’s really fun being parents, dan saya dengan bangga akan berkata bahwa, yes i am smart Mama.

Amunisi Perjalanan Liburan

Hai Mama,

Hawa liburan makin terasa ya, pasti sudah ada rencana mau liburan kemana bersama keluarga, apalagi tahun ini  libur puasa + libur lebaran + libur sekolah….mmm..libur teruus… 😀

Bagi sebagian orang bisa saja menikmati liburan bagai air yang mengalir, tapi tidak untuk saya “plan is everything“, harus terencana, detail, per hari, apa saja yang harus dibawa. Tujuannya apa?  liburan dan mudik itu harus nyaman dan menyenangkan, terutama jika si kecil turut serta. Kami biasanya liburan dan mudik menggunakan kendaran pribadi.

Yuk lihat yuk amunisi diriku, apa saja yang harus dipersiapkan ?

1. Obat pribadi

Membawa liburan dan mudik si kecil, berarti siap mengambil resiko mereka akan capek main, lelah diperjalanan. Di box obat selalu terisi minyak kayu putih, minyak telon, obat panas, obat batuk, vitamin, plester pembalut luka serta termometer. Box obat ini selalu saya tempatkan di mobil.

2. Camilan favorit

Dalam kendaraan, siapkan camilan kesukaan si kecil. Kalau Ursula dan Nicola, mereka lebih suka biskuit asin dan roti sobek. Lengkapi dengan air putih yang disimpan di botol kecil untuk memudahkan mereka minum, biasanya saya mempersiapkan tiga botol kecil dan beberapa botol besar untuk isi ulang.

3. Baju ganti dan popok sekali pakai

Walaupun dalam kesehariannya Nicola tak pernah pakai popok sekali pakai, namun jika dalam perjalanan, dia selalu pakai, yaaa…dia juga belum bisa bilang kalau mau pis, tau – tau ngompol, maklum baru dua tahun 😀 Pilihlah baju ganti yang nyaman, menyerap keringat, ga terlalu tebal, bahannya kaos. Siapkan didalam tas yang mudah dijangkau, jika dalam perjalanan mereka ketumpahan makanan, muntah dan berkeringat. Oiya, kami juga mempersiapkan dua handuk kecil, satu yang basah untuk membasuh saat berkeringat, dan satu handuk kering.

4. Susu dan perlengkapannya

Peralatan wajib dibawa : susu, botol susu, sikat botol, termos kecil untuk menyimpan air hangat.

5. Bantal 

Di mobil memang selalu tersedia dua bantal untuk si kecil untuk sandaran empuk saat tidur.

6. Jaket dan selimut

Suhu dalan perjalanan bisa naik turun, kadang panas kadang dingin. Saat dingin, persiapakan selimut hangat agar mereka tetap nyaman.

7. Printilan

List lagu favorit anak – anak, kantong plastik serbaguna, tissue basah, tissue kering, charger hp.

Kalau car seat, kami memakainya saat usia Ursula 10 bulan perjalanan ke Jogja. Stroller, mmm .. kami tinggal di rumah, ga diajak jalan – jalan, kami lebih suka membawa jarik, kain panjang untuk menggendong.

Selamat berlibur!!! Semoga perjalanan liburan keluarga nyaman sentosa :d